Solusi Saat Ayam Jago Agresif yang Muncul di Usaha Ternak Ayam Kita

By | May 23, 2015

Solusi Saat Ayam Jago Agresif yang Muncul di Usaha Ternak Ayam Kita

Diantara ayam yang kita miliki, ayam jantan atau yang biasa kita sebut jago adalah ayam yang paling agresif. Dia cenderung untuk mengganggu ayam-ayam yang lain. Terkadang anak ayam yang masih kecil dipatuknya dengan sadis, betina yang mau bertelur dikejar-kejar bahkan betina yang mau mengeramipun

Ayam Jago Di Usaha Peternakan Ayam

Ayam jago yang lepas pengawasan dapat menimbulkan cidera saat mereka tarung dengan ayam lain

tak luput dari gangguannya. Padahal betina yang sedang mengerami jangan sampai diganggu ayam jago. Dikhawatirkan nanti betina menjadi tidak konsentrasi dalam mengerami. Hal itu akan mempengaruhi daya tetas telur yang ujung-ujungnya pada produksi usaha ternak ayam kita

Sifatnya yang agresif cenderung menggiring kita untuk segera menyalahkan ayam jago. Padahal kita tidak mengetahui apa motivasinya ia berperilaku agresif. Allah telah menciptakan ayam agar dapat melakukan tugas-tugas ayam. Pada umur sekitar 4-6 bulan ayam sudah beranjak dewasa dan punya naluri mengambil alih, dorongan mereka sangat kuat untuk melakukan apa yang telah alam gariskan.

Ayam jago terkadang bertarung dengan ayam yang lain. Ia akan mematuk jengger, kepala dan badan lawannya dengan ganas. Walaupun kita sudah memisahkan tapi bila mereka bertemu lagi maka akan terjadi lagi pertempuran itu. Maka lebih baik kita menyediakan tempat khusus di area peternakan ayam kita, kemudian mengurung dalam kandang yang berbeda jika anda tidak ingin salah satu diantaranya mati.

Meskipun begitu, untuk menjaga spesies ayam jago dapat dijadikan pejantan agar dapat menghasilkan bibit unggul. Umumnya rasio 1 ayam jago dengan 10 ayam betina. Bila ingin persentase lebih tinggi bisa saja 1 pejantan dengan 5-8 betina saja.

Ada beberapa cara untuk jika menemukan ayam jago yang agresif di peternakan ayam kita:

  1. Ambillah ayam jago anda, jangan pedulikan walaupun dia memberontak ingin melepaskan dari pegangan anda, tetaplah bertahan. Pegangi ayam jago anda selama 15-30 menit dan ajaklah dia mengikuti aktivitas anda. Kemudian lepaskanlah dia. Ulangi lagi aktivitas itu agar dia terbiasa. Jika setelah 3 minggu melakukan hal ini setiap hari dan perilakunya tetap sama maka bisa melanjutkan ke tahapan selanjutnya.

  2. Pada tahapan kedua, tangkaplah ayam dan biarkan dia mengepak-kepakkan sayapnya mungkin sambil berkokok dengan keras, tetaplah dipegang. Lama kelamaan ayam jago akan lemas dan lepaskanlah ayam jago tersebut, berikan kesempatan ayam jago tersebut untuk pergi. Ulangi lagi seperlunya.

  3. Jika memang tidak ada perubahan, sebaiknya ayam jago ini selalu di pisah dengan ayam lain dan kita campur dengan betina saat kita ingin mengawinkan ayam jantan tersebut.

Saat kita menangkangkap ayam biasanya ayam akan mematuk kita. Cara menanganinya dengan meraih paruhnya dan memeganginya selama beberapa detik. Setelah beberapa kali biasanya dia tidak akan mengulanginya lagi. Saat memegang ayam usahakan anda menggunakan baju lengan panjang jadi saat dia mematuk anda, bisa mengurangi rasa sakit akibat gigitannya.

Demikianlah cara menangani ayam jago yang agresif yang bisa muncul di peternakan ayam skala besar maupun kecil. Ke telatenan dan kesabaran merupakan faktor penting dalam solusi tantangan ini.

Kata terkait:

peternakan ayam, ayam jago, ayam tarung, kandang ayam, ayam indukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *