Penting! 6 Faktor Sebelum Memulai Beternak Burung Kenari

Penting! 6 Faktor Sebelum Memulai Beternak Burung Kenari

                                                                                                       

Burung Kenari merupakan burung kicauan yang banyak dipelihara oleh pencinta burung di Indonesia. Dalam mengembakbiakkannya memang tergolong mudah, namun mungkin masih ada beberanpa orang yang belum begitu mengetaui cara beternak Burung Kenari yang baik dan benar. Sebelum memulai membudidayakan Burung Kenari kita perlu mengetahui faktor-faktor yang perlu kita ketahui.

Burung Kenari

Burung Kenari

Apa saja faktor-faktor yang perlu kita ketahui sebelum memulai beternak Burung Kenari?

Berikut 5 faktor yang perlu kita ketahui sebelum memulai beternak Burung Kenari

  1. Usia Burung Kenari

Usia Burung Kenari memang menjadi salah satu faktor yang penting saat ingin memulai beternak Burung Kenari. Indukan yang siap dikawinkan untuk Kenari jantan yang ditandai dengan rajin bunyi atau gacor dan makannya lahap. Sedangkan Burung Kenari betina berusia sekitar 9 bulan atau lebih, sebaiknya saat mau dikawinkan jangan terlalu muda karena akan mempengaruhi kualitas anak Kenari yang akan dihasilkan.

  1. Jenis Kelamin Burung Kenari

Sebelum beternak Burung Kenari kita juga perlu mengetahui jenis kelaminnya, yang nantinya berfungsi saat mau menjodohkan antara Kenari jantan dengan Kenari betina.

Burung Kenari

Burung Kenari

Berikut cara membedakannya

  1. Pada saat usia 5 bulan atau lebih warna Kenari jantan biasanya lebih terang, pada bagian yang terdekat dengan kepala warna lebih mencolok, Burung Kenari yang berwarna kuning akan menjadi terang.
  2. Bentuk Kepala Burung Kenari, untuk Pejantan memiliki bentuk kepala yang pipih, sedangkan untuk betian bentuk kepala bulat
  3. Apabila belum begitu diketahui jenis kelaminnya hingga usia 6 bulan bisa diamati pada saat kenari jantan dan betina dicampur, biasanya Kenari betina akan duduk dengan posisi lebih rendah. Kenari betina dengan Kenari jantan akan berkelahi saat ingin berkicau. Meskipun betina sedang tidak dalam masa bertelur.
  4. Dubur Burung Kenari jantan memiliki tonjolan dan Burung Kenari betina tidak memilikinya.
  5. Sangkar Kenari

Sangkar burung ditempatkan menempal di dinding dengan tujuan agar tidak goyang-goyang. Sangkar ditempatkan ditempat yang teduh, jauh dari keramaian sehingga Kenari tidak terganggu saat proses mengerami. Jauhkan dari binatang pengganggu dan tempatkan pada sangkar yang cukup luas

  1. Penjodohan Kenari

Menempatkan Burung Kenari jantan dan betina disangkar yang berbeda dengan cara meletakkan secara berdekatan. Biasanya proses penjodohan ini membutuhkan beberapa hari sampai betina menngepakkan sayapnya dan mendekati Burung Kenari jantan. Begitu juga Burung Kenari jantanpun akan menanggapinya. Dengan hal in kita akan mengetahui kesiapan Kenari jantan dan betina untuk kawin. Juga dapat ditandai pada saat Kenari jantan mengejar atau menabrak sangkar dengan kencang dan betina menggeleparkan sayapnya tanda siap kawin. Pada sore hari menjelang tidur Kenari jantan dan betina saling berdekatan.

  1. Menyiapkan Tempat Bertelur

Memulai meletakkan sarang yang terbuat dari serabut kelapa atau kapas yang kering. Apabila Burung Kenari betina mulai menyusun dan merapikannya berarti betina siap bertelur. Sebaiknya pada saat proses penjodohan sediakan tambahan makanan atau ekstra fooding seperti kroto atau telur puyuh yang berguna untuk meningkatkan birahi baik bagi Burung Kenari jantan maupun betinanya.

  1. Proses Pengeraman

Biasanya saat bertelur Kenari betina akan menghasilkan telur satu sampai empat butir dan dierami selama kurang lebih 14 hari. Jika Kenari betina mulai mengerami segera pindahkan Kenari jantan ke kandang yang berbeda. Setelah melewati 14 hari maka betina akan menetas, betina akan menyuapi anakan sampai satu bulan atau lebih sampai dapat makan sendiri. Sediakan sayuran, sawi, telur puyuh dan milet pada saat proses meloloh anak Kenari. Saat usia satu bulan anakan Kenari sudah dapat makan sendiri, sehingga sudah dapat dipisahkan dari indukan. Kemudian indukan dapat dipasangkan kembali.

Itulah sedikit ulasan beberapa faktor yang perlu kita ketahui sebelum memulai beternak Burung Kenari, semoga bermanfaat.

Kata Terkait: Kenari, Burung Kenari, Suara Kenari, Kicau Kenari, Ternak Kenari, Jual Kenari, Harga Kenari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *