Cara Merawat Telur Burung Kenari Agar Sukses di Tetaskan

By | September 3, 2016

Cara Merawat Telur Burung Kenari Agar Sukses di Tetaskan

Burung Kenari jenis Burung Kicauan yang banyak dipelihara oleh masyarakat Indonesia terutama oleh para pencintanya. Burung Kenari terkenal rajin berkicau dan memiliki suara kicauan yang merdu. Perawatan yang mudah dan biaya pakan yang murah serta nilai jual yang cukup tinggi, apabila dirawat dengan baik tentu akan menguntungkan bagi pemiliknya. Namun dalam perkembangbiakannya tidak sedikit juga anakan Burung Kenari yang mati pada saat usia bahkan saat usia sudah menginjak kurang lebih satu bulan.

Burung Kenari memang bila dipelihara dengan baik dan benar akan menguntungkan pemiliknya, selain suaranya yang merdu saat berkicau sehingga menghibur pemiliknya, Burung Kenari juga memiliki nilai jual yang cukup tinggi karena jenis burung ini banyak dicari oleh para pencinta burung di Indonesia, perawatan yang mudah karena Kenari merupakan jenis burung yang mudah beradaptasi dan tidak mudah stress.

Burung Kenari

Burung Kenari

Merawat Burung Kenari baik untuk indukan maupun anakan memang perlu, terutama bagi anakan yang masih rawan perawatan yang lebih perlu dilakukan agar anakan Kenari tetap dalam kondisi sehat sehingga dapat bertahan hidup sampai usia dewasa. begitu juga dengan telur

Bagaimana cara merawat telur  Kenari agar sukses ditetaskan?

Berikut 7 cara merawat telur Burung Kenari agar sukses ditetaskan

  1. Sering kita jumpai Burung Kenari mematuk sendiri telurnya. Mengapa demikian? Biasanya hal ini terjadi karena pasangan Kenari kekurangan kalsium, yang mengakibatkan pejantan atau betina memecahkan telur dan mematuk cangkang telurnya sendiri. Untuk mencegah hal ini bisa diberikan asinan guna untuk memenuhi kebutuhan kalsium zat yang dibutuhkan indukan.
  2. Burung Kenari terkadang membuang telur yang ada disarang, hal ini disebabkan karena lingkungan yang kurang nyaman, bisa karena adanya kutu, semut atau hewan yang membuat indukan merasa tidak nyaman.
  3. Terkadang Burung Kenari juga mengalami hal seperti tidak bertelur disarang atau telur pecah. Biasanya hal ini terjadi karena ukuran sarang yang tidak sesuai dengan besar Indukan Kenari, namun bila Kenari sudah mau menempati sarang tetapi tidak mau bertelur, bisa saja hal ini karena merasa terganggu, sebaiknya jika Kenari betina sudah memiliki tanda-tanda akan bertelur usahakan jangan dikeluarkan dari sangkar. Usahakan Kenari dalam ruangan yang nyaman.
  4. Kenari tidak mengeluarkan telur, hal ini terjadi karena disebabkan kekurangan sayuran pada masa reproduksi. Pemberian makanan yang cukup yang mengandung protein seperti telur, sayur dan asinan. Apabila hal ini sudah terlanjur dialami oleh indukan yang sedang bertelur, sebaiknya teteskan minyak goreng hangat pada bagian dubur dan tempatkan pada ruangan yang nyaman.
  5. Anakan Kenari mati saat usia masih dini yang disebabkan karena sumber makanan untuk anakan tidak ada. Biasanya setelah telur menetas anakan Kenari baru diloloh dan pada keesokan harinya maasih memiliki cadangan dalam perutnya. Sampai usia tiga hari biasanya anakan masih belum bisa diloloh dengan biji-bijian karena sistem pencernaannya yang masih lemah, maka pada saat usia ini berikan pakan telur puyuh rebus dan sayuran hijau.
Burung Kenari

Burung Kenari

Bisa juga disebabkan karena indukan yang terlalu melindungi anaknya, sehingga indukan akan mengerami terus anaknya hingga indukan tidak mau mengambil makan untuk meloloh anakannya.

Selain itu juga dapat disebabkan terinjaknya anakan oleh indukan saat meloloh anakan karena kurang berhati-hati, untuk mencegah hal ini terjadi bisa memberikan lampu sebagai penerang sekaligus sebagai penghangat.

  1. Anakan Kenari dibuang indukannya, hal ini sering dialami oleh indukan yang belum memasuki usia matang, mental yang belum cukup untuk merawat anak yang mengakibatkan anakan Kenari dibuang oleh indukannya.
  2. Anakan Kenari mati saat usia menginjak dewasa yaitu usia 20-25 hari. masa birahi yang normal yaitu berjarak sekitar 21 hari setelah bertelur, dengan masa pengeraman 14 hari, dan saat anakan Kenari berumur 7 hari indukan betina sudah siap bertelur lagi. Hal ini bisa terjadi karena pada saat proses perkawinan memindahkan penjantan sehingga betina mengerami telur dan merawat anaknya sendiri, sehingga saat betina mendengar pejantan gacor maka Kenari betina tidak mau merawat lagi anaknya. Menurunkan birahinya bisa dengan memberikan sayur mentimun, memperbanyak sayuran dan mengurangi penjemuran untuk betina yang masih merawat anaknya.

Memelihara Burung Kenari memang cukup mudah meskipun begitu kita juga perlu untuk mempehatikan pada saat proses penjodohan hingga proses penetasan. Indukan yang sedang bertelur sebaiknya diberikan tempat yang nyaman, hindarkan dari gangguan manusia maupun binatang. Pemberian makanan yang cukup terutama yang mengandung protein sangat diperlukan untuk menghindari indukan Kenari mematuk sendiri telurnya.

Kata Terkait: Kenari, Burung Kenari, Jenis Kenari, Suara Kenari, Kicau Kenari, Ternak Kenari, Jual Burung Kenari, Harga Burung Kenari

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *