Cara Beternak Burung Kenari Bagi para Pemula

By | September 8, 2016

Cara Beternak Burung Kenari Bagi para Pemula

Bagi sebagian orang, beternak merupakan aktivitas yang menyenangkan. Tidak peduli apakah yang dipelihara itu hewan yang lucu nan menggemaskan atau justru hewan yang menyeramkan. Bagi yang memeliharanya merupakan suatu pekerjaan yang sangat menyenangkan. Mereka begitu menikmati saat-saat dimana memberi makan, membersihkan kandang, bercengkerama dengan hewan peliharaan dan berbagai aktivitas lain. Tidak ada rasa jijik atau geli saat mereka membersihkan kotoran hewan yang mereka pelihara.  Justru mereka menikmati segala aktivitas tersebut.

Beternak hewan karena ada tujuan yang ingin diperoleh. Hewan dipelihara bisa jadi karena mempunyai suara yang bagus, postur tubuh yang menarik, hewan yang unik dan sudah langka atau karena mempunyai nilai jual yang tinggi. Salah satu hewan yang biasa dipelihara karena mempunyai suara yang bagus nan merdu adalah Burung Kenari.

Beternak Kenari disamping sebagai hobi bisa juga dijadikan lahan bisnis yang cukup menjanjikan. Banyaknya orang yang mencari hiburan dengan memelihara burung dengan kicauan merdu. Apalagi dengan banyaknya jenis kenari dan munculnya kontes di berbagai daerah yang turut menyemarakkan penggemar dan peternak kenari.

Jika kita ingin memelihara kenari, bagi para pemula disarankan untuk memelihara jenis kenari yang lebih murah yaitu jenis kenari lokal. Setelah berpengalaman dalam memelihara Kenari maka bisa naik tingkat ke kenari lokal super atau bahkan kenari impor yang harganya jauh lebih mahal. Sebelum terjun untuk beternak Burung Kenari, ada baiknya kita mempelajari beberapa hal yang perlu di perhatikan agar sukses dalam beternak Burung Kenari:

Burung Kenari

Burung Kenari

Bagaimana untuk memulai beternak Burung Kenari untuk pemula?

Berikut 7 cara untuk memulai beternak Burung Kenari

  1. Membedakan jenis kelamin Burung Kenari

Bagi orang yang sudah berpengalaman, membedakan jenis kelamin Burung Kenari tentu bukan sesuatu hal yang sulit. Namun bagi pemula yang mau mencoba beternak kenari tentu membutuhkan kejelian dan ilmu untuk dapat membedakannya.

Ciri-ciri Kenari jantan:

  1. Badan dan leher ramping dan memanjang
  2. Berbunyi lebih nyaring dibandingkan betina dengan durasi yang panjang
  3. Dubur menonjol keatas.

 Ciri-ciri Kenari betina:

  1. Lehernya pendek dengan tubuh yang lebih bulat
  2. Bunyi kurang nyaring dan dengan durasi cukup pendek
  3. Dubur tidak menonjol.
  1. Memperhatikan usia Burung Kenari

Saat kita akan beternak kenari, kita patut memperhatikan usia kenari yang akan kita pelihara. Kenari dengan badan kecil sedikit berbeda dengan kenari berpostur lebih besar. Jika kenari kecil, maka suai yang ideal untuk mengawinkannya adalah umur 6 bulan untuk betina sedangkan untuk kenari jantan sekitar 8 bulanan. Sedangkan untuk kenari yang lebih besar waktu yang tepat untuk mengawinkannya yaitu pada umur 10 bulan.

Selain mengetahui usia kenari, kita juga perlu memperhatikan kenari yang telah memasuki birahi. Umur yang cukup belum menjamin kenari tersebut siap untuk dikawinkan. Untuk itu kita perlu memperhatikan ciri kenari yang birahi. Ciri kenari jantan yang birahi diantaranya sering berkicau dan melompat-lompat di dalam sangkar. Burung juga sering menabrak sangkar. Sedangkan jika betina akan memperlihatkan kondisi birahi jika mempunyai ciri seperti sering memanggil kenari jantan dengan kicauan yang pendek, merobek kertas yang ada disangkar dan melebarkan sayapnya. Itulah ciri-ciri kenari yang sedang birahi.

  1. Perawatan sangkar dan perlengkapan bagi kenari

Sangkar sangat penting pada saat kita akan memelihara Burung Kenari. Sangkar burung terdiri dari banyak jenis, kita bisa menggunakan yang berbentuk boks khusus. Bisa juga kita menggunakan sangkar yang ada penyekatnya dibagian tengah. Kenari jantan sendiri lebih ideal bila diletakkan di dalam sangkar gantung yang berukuran agak besar dan diletakkan di tempat yang tenang.

Perlengkapan lain yang tidak kalah pentingnya adalah makanan dan minuman bagi kenari kita. Makanan Burung Kenari diantaranya adalah biji kenari, biji sawi, biji timun dan buah apel yang telah dihilangkan kulit dan bijinya. Sesekali bisa diberikan telur burung puyuh yang direbus.  Untuk minuman perlu diperhatikan benar. Bila perlu penambahan berupa multivitamin untuk menjaga stamina ayam.

  1. Menjodohkan burung kenari

Menjodohkan adalah proses memperkenalkan antara Kenari jantan dengan Kenari betina dengan cara meletakkan dalam satu sangkar yang ada penyekatnya atau bisa juga meletakkan di dua sangkar yang letaknya berdekatan.

Bagaimana caranya menjodohkan Burung Kenari?

  • Jika burung ditempatkan dalam sangkar yang berbeda, maka kita bisa meletakkan kedua sangkar itu berdekatan selama 3 hari berturut-turut.
  • Selama 3 hari berturut-turut, kedua sangkar tadi dijemur dengan posisi saling berdekatan. Penjemuran dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 07.00-09.30 WIB.
  • Selama proses penjodohan, Kenari diberikan makanan yang bergizi yang sesuai dengan porsinya. Jika berlebihan akan menyebabkan kenari kegemukan dan itu kurang ideal untuk proses penjodohan.

Jika sudah berjodoh maka kenari jantan akan mendekat ke Kenari betina. Di samping itu kenari jantan juga akan berkicau, berusaha merayu ke Kenari betina. Jika Kenari betina merespon dengan kepakan sayapnya, berarti mereka bisa berjodoh. Kedua Kenari juga nampak rukun, tidak saling menyerang satu sama lain.

  1. Mengawinkan Burung Kenari

Setelah Kenari berjodoh, kini saatnya kita mengawinkannya. Kenari betina terlebih dahulu dimasukkan ke dalam sangkar khusus. Setelah itu baru kita masukkan pejantan kenari. Proses tersebut harus berurutan, tidak boleh terbalik. Waktu yang tepat untuk proses mengawinkan adalah pada sore hari. Kenari yang berjodoh terlihat mesra dan romantis. Jika sedang dalam kondisi birahi, maka pejantan akan bisa langsung membuahi betinanya. Bila benar telah membuahi, maka pejantan kenari dapat dipindahkan ke sangkar gantung. Namun bila sore hari, dapat di satukan lagi dengan  kenari betina hingga pagi hari tiba. Cara ini digunakan hingga betina Burung Kenari bertelur. Sebelum Kenari bertelur kita terlebih dahulu menyediakan tempat atau sangkar bertelur bagi betina. Sehingga apabila betina mulai bertelur, dia akan mempersiapkan sangkarnya tersebut.  Proses penyiapan tersebut berlangsung sekitar 1 bulan.

  1. Proses pengeraman telur Burung Kenari

Setelah betina Burung Kenari mulai mengerami telurnya maka sebaiknya pejantan diletakkan dalam satu sangkar dengan betinanya. Hal tersebut agar burung kenari betina betah dan tetap dalam kondisi mengeram. Yang terpenting pada saat mengeram, kita harus memastikan pakan dan minum selalu tersedia. Berikan makanan berupa sawi dan buah apel secara bergantian. Dalam seminggu kita perlu memberikan telur puyuh yang direbus untuk menjaga stamina burung. Kandang juga dalam kondisi kering dan bersih. Saat mengeram, kenari tidak perlu di jemur di bawah sinar matahari.

Masa penetasan telur burung kenari

Telur yang telah dierami selama 14 hari, biasanya akan menetas. Pada saat anakan telah menetas maka kita harus memastikan ketersediaan air dan makanan berupa biji-bijian dan telur burung puyuh yang telah direbus selama 1 bulan. Setelah berumur 1 bulan barulah kita bisa diberikan sayuran dan buah-buahan. Anakan yang telah berumur 25 hari dapat mulai dipanen. Pada saat ini anakan dapat makan telur rebus sendiri dan setelah berumur 1 bulan dapat memakan biji-bijian sendiri.

Burung Kenari

Burung Kenari

Setelah anakan berumur 1 bulan maka indukan dapat dikembalikan ke sangkar gantung. Agar tidak terkena penyakit kutu maka kita perlu memandikan keduanya. Kenari dapat dijemur kembali dan kandang terlebih dahulu harus steril dari penyakit maka kandang perlu dibersihkan dengan antiseptik.

Setelah jeda waktu seminggu, indukan kenari dapat dikawinkan kembali dengan mengikuti beberapa cara diatas. Semoga bermanfaat.

Kata Terkait: Kenari, Burung Kenari, Suara Kenari, Kicau Kenari, Ternak Kenari, Jual Burung Kenari, Harga Burung Kenari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *