4 Cara Memelihara Ayam Batik yang Eksotis

Terbit: 17 Februari 2020 • Update: 18 Agustus 2025

Ayam Batik, atau yang lebih dikenal sebagai Ayam Sebright, adalah jenis ayam hias yang memiliki pesona unik dengan corak bulu seperti kain batik.

Ayam ini berasal dari Inggris dan dikembangbiakkan oleh Sir John Sebright. Seiring berjalannya waktu, ayam batik telah berkembang di Indonesia dan menjadi pilihan favorit para pecinta ayam hias karena keindahan dan nilai jualnya yang tinggi.

Memelihara unggas eksotis ini tidaklah sulit, asalkan Anda mengetahui cara yang tepat. Berikut adalah panduan lengkap 4 cara memelihara Ayam Batik yang eksotis.

1. Persiapan Kandang yang Ideal

Kandang menjadi elemen pertama yang harus Anda perhatikan. Pilihlah lokasi kandang yang kering, tidak lembab, dan tidak mudah tergenang air.

Sebaiknya letakkan kandang sekitar 10 meter dari rumah dan pastikan memiliki ventilasi yang baik agar mendapatkan sinar matahari yang cukup.

Untuk menghindari kelumpuhan, disarankan menggunakan sistem semi-intensif dengan kandang yang cukup luas agar ayam batik bisa bebas berkeliaran. Agar hasil maksimal, idealnya gunakan perbandingan satu ayam jantan dengan 5-6 ayam betina.

Contoh kandang ayam batik
Contoh kandang ayam batik dengan ruang yang luas.

2. Cara Melakukan Perkawinan Ayam Batik

Memilih indukan yang berkualitas adalah kunci keberhasilan. Pilihlah ayam batik dengan corak yang cerah dan indah, motif garis yang ukurannya relatif sama, postur tubuh ideal, dan tubuh tidak terlalu tegak.

Untuk ayam jantan, hindari yang memiliki bulu leher seperti ayam jago atau ekor melengkung ke atas. Jengger pada ayam jantan berfungsi sebagai pembeda.

Dalam sekali bertelur, ayam batik dapat memproduksi 12-15 butir telur dan bisa bertelur 6-7 kali dalam setahun. Telur-telur ini bisa dierami dengan mesin penetas dan anakannya dibesarkan menggunakan box pemanas.

Sepasang ayam batik kanada
Sepasang ayam batik kanada yang siap kawin.

3. Perawatan Anakan dan Kebersihan Kandang

Telur ayam batik akan menetas dalam waktu sekitar 21 hari. Setelah menetas, anak ayam sebaiknya dimasukkan ke dalam box pemanas yang diberi lampu 40 watt, yang bisa diturunkan menjadi 20 watt setelah dua minggu.

Berikan pakan berupa voer atau BR1 sebanyak tiga kali sehari, diselingi dengan irisan sayur seperti kangkung atau kol untuk menjaga kesehatan mereka.

Sangat penting untuk membersihkan kandang, tempat pakan, dan tempat minum setiap hari. Rutinitas ini tidak hanya menjaga ayam tetap sehat, tetapi juga mempertahankan keindahan bulu mereka yang menjadi daya tarik utama.

Telur ayam batik itali baru saja menetas
Telur ayam batik itali yang baru saja menetas.

4. Pengendalian Penyakit

Penyakit pada ayam batik seringkali disebabkan oleh lingkungan kandang yang kotor, penuh sesak, atau lembab. Beberapa penyakit yang umum menyerang adalah tetelo, diare, dan cacingan.

Pencegahan terbaik adalah dengan menjaga kebersihan kandang secara rutin dan memberikan imunisasi pada anak ayam sejak usia 4 hari. Vaksinasi kedua sebaiknya diberikan saat ayam berusia dua bulan untuk memperkuat antibodi melawan penyakit tetelo.

Ayam Batik Kanada Umur 4 Bulan
Ayam batik kanada yang tumbuh sehat berkat perawatan yang tepat.

Dapatkan Ayam Batik Eksotis dari Kami!

Jika Anda tertarik untuk memulai hobi memelihara ayam batik ini, kami menyediakan telur yang siap ditetaskan, anakan ayam, dan juga indukan dewasa. Semua produk kami siap kirim ke seluruh Indonesia yang terjangkau oleh layanan kargo hewan.

WHATSAPP/TELP/SMS

CS 1

0812-2028-8686

CS 2

0813-6330-7506

CS 3

0895-6124-93491

Rate this post

2 pemikiran pada “4 Cara Memelihara Ayam Batik yang Eksotis”

Tinggalkan Balasan

WhatsApp WA kami sekarang..!