Tips Mudah Beternak Ayam Kalkun

Tips Mudah Beternak Ayam Kalkun

Beternak ayam kalkun memang masih jarang kita jumpai. Sebagian besar masyarakat lebih memilih ayam kampung biasa yang dijadikan sebagai hewan ternakannya. Padahal jika dilihat dari cara perawatannya. Ayam kalkun tergolong mudah dalam perawatannya.

Ayam kalkun dalam bahasa inggris disebut dengan kalkoen. Ayam kalkun dahulu bernama ayam belanda, karena ayam ini masuk ke Indonesia pada saat masa penjajahan. Daging kalkun pada waktu itu hanya dikonsumsi oleh para bangsawan yaitu bangsawan Belanda. Namun seiring berjalannya waktu daging kalkun dapat dikonsumsi oleh masyarakat umum.

Mengapa memilih beternak ayam kalkun?

Beternak kalkun memang masih jarang kita jumpai, masyarakat masih jarang yang memilih ayam kalkun sebagai hewan peliharaannya. Jika dilihat dari posturnya ayam kalkun memiliki tubuh yang besar, sehingga bila ingin beternak ayam kalkun untuk konsumsi daging yang dihasilkan juga banyak. Selain itu beternak ayam kalkun juga tidak membutuhkan perawatan yang khusus

Kalkun Golden Palm Dewasa Jantan

Kalkun Golden Palm Dewasa Jantan

Berikut Tips Mudah Beternak Ayam Kalkun

  1. Pemilihan Bibit Ayam

Untuk memilih bibit ayam, usahan memilih bibit yang sehat dan tidak cacat dan memiliki tubuh yang tegap

  1. Pemilihan Lokasi Ternak Ayam Kalkun

Lokasi yang baik akan menjamin pertumbuhan dan kelangsungan hidupnya. Sebelum membuat kandang kita harus menentukan lokasi yang baik untuk mendirikan kandang ayam kalkun.

Memilih lokasi yang jauh dari gangguan manusia, binatang maupun kemungkinan bencana alam yang akan mengancamnya seperti banjir, tanah longsor, angin maupun bencana yang dapat membahayakan keselamatannya.

Alangkah lebih baiknya bila memilih lokasi kandang yang dekat dengan danau, sungai maupun tempat yang dekat dengan perairan sehingga ayam kalkun akan mudah mendapat tambahan makanan.

  1. Pembuatan Kandang

Kandang yang baik harus sesuai dengan umurnya. Sebenarnya ayam kalkun lebih suka diumbar akan tetapi kandang juga diperlukan sebagai tempat untuk berlindung.

Berikan tempat untuk mengumbar dengan diberi pagar berupa semen, block atau pagar yang terbuat dari bambu.

Untuk tempat mengumbarnya dapat diberikan atap disebagiannya, atap ini berguna untuk berlindung ketika ayam kalkun sedang beristirahat atau tidur.

  1. Tempat Makan dan Minum

Tempat makan dan minum sesuaikan dengan umurnya. Untuk kalkun yang masih kecil buatkan tempat dari bahan bambu panjang 40 cm dan berdiameter 8-10 cm dan dibelah dua. Tempat ini dapat memberi makan untuk 20-25 ayam. Untuk kalkun dewasa sediakan tempat makan dengan baskom kecil. jika ingin membuatnya sendiri buatlah dengan berbahan kayu.

Untuk tempat minum usahakan tempat dibuat agak tinggi, hal ini supaya ayam kalkun yang masih kecil tidak akan masuk kedalam air. Berikan air yang tidak terlalu banyak karena ayam kalkun tidak memerlukan air yang banyak.

Untuk makanannya dapat berupa, Konsentrat, bekatul, tahu, sisa makanan, hijau-hijauan. Konsentrat diberikan untuk kalkun yang masih kecil, konsentrat yang dimaksud yaitu BR-1 maupun BR-2

Bekatul diberikan untuk ayam kalkun yang sudah dewasa. Hijau-hijauan seperti kangkung dan daun pepaya yang biasa diberikan untuk ayam kalkun.

Ayam Kalkun Bronze Dewasa Jantan

Ayam Kalkun Bronze Dewasa Jantan

Dan jika Anda ingin mencoba menetaskan telur ayam kalkun, kami menyediakan telur ayam kalkun yang siap di tetaskan baik dengan indukan ayam lain maupun dengan mesin penetas telur. Bagi anda yang lebih memilih bibit atau anakan ayam kalkun kami juga bisa mengirimkan ke seluruh penjuru Indonesia yang terjangkau kargo hewan. Untuk ayam kalkun dewasa juga bisa  Anda pesan di jualayamhias.com. Lihat daftar harga ayam hias terbaru di DAFTAR HARGA dan hubungi kami sekarangdi:

SMS/CALL
0812 2028 8686

WHATSAPP
0856 4772 3888

 

Kata Terkait : Ayam Kalkun, Ternak Ayam Kalkun, Kandang Ayam Kalkun, Pakan Ayam Kalkun, Jual Ayam Kalkun

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *