Pengaruh Udara Panas Terhadap Produktifitas Ayam Hias

By | May 30, 2015

Pengaruh Udara Panas Terhadap Produktifitas Ayam Hias

Cuaca sangat mempengaruhi produktivitas ayam hias, hal ini tentu saja beraku baik untuk ayam petelur maupun ayam pedaging. Pada saat udara dengan temperatur normal, ayam cenderung untuk banyak makan dan jarang meninggalkan kandangnya. Berbeda pada saat suhu tinggi, ayam akan merasa panas. Diapun akan menampakkan tanda-tandanya dengan mengibas-kibaskan sayapnya, banyak berteduh, bahkan megap-megap/tersengal-sengal karena tidak tahan cuaca panas. Akibatnya ayam kurang mengonsumsi pakan yang berimbas pada menurunnya daya produksi ayam.

Saat Ayam di sedang Cuaca Panas

Saat Ayam di sedang Cuaca Panas

Untuk mengatasi hal tersebut perlu penanganan, misalnya pada kandang perlu sirkulasi udara yang baik. Bila terlalu panas, bisa dipasangi beberapa kipas angin. Tujuannya agar peredaran udara tetap lancar. Air minum jangan luput dari perhatian karena biasanya ayam akan cepat haus. Khusus ayam Polan, pemberian air minum diberikan dibatasi jangan berlebihan. Karena bila berlebihan mengakibatkan nafsu makan pada Polan akan menurun.

Disekeliling kandang sebaiknya ditanami berbagai tanaman buah/hias yang tidak berpostur tinggi karena dikhawatirkan akan menimpa kandang. Yang penting bisa menaungi dan membuat hawa sekitar kandang menjadi segar. Disamping itu ada tanaman sayuran semacam bayam, kangkung dll bisa menjadi makanan yang sehat bagi ayam anda. Biasanya ayam kalkun, ayam mutiara gemar sekali makan sayuran hijau. Jangan kaget bila anda baru saja meletakkan sayuran segar dalam pot, dalam waktu tidak berapa lama akan habis dikonsumsi oleh ayam.

Tidak semua ayam bisa bertahan pada suhu ekstrem. Contohnya adalah ayam pedaging Sedangkan jenis unggas yang tahan terhadap suhu ekstrem adalah burung unta. Burung tersebut kebanyakan tinggal di benua Afrika, dan sebagian di benua Asia terutama di sekitar jazirah Arab. Walaupun sekarang populasi burung unta di daerah asalnya sudah mulai mengalami kepunahan.

Guna menunjang stamina agar tahan terhadap terpaan panas yang terik, perlu pemberian multivitamin. Karena ayam rentan sekali terkena penyakit. Berbagai produk obat dan multivitamin beredar di pasaran. Pilihlah sesuai kebutuhan. Jika ada ayam yang sakit, segera asingkan ke tempat yang berbeda, jangan campurkan dengan ayam yang masih sehat. Dikhawatirkan nanti akan menular ke ayam yang lain. Obati dengan dosis yang tepat. Bila ayam tersebut mati, kandang harus disterilkan dengan cara dicuci dan semprot dengan desinfectant. Untuk mencegah penularan melalui udara, ayam tersebut dibakar. Usahakan jangan sampai kita memegang bangkai ayam tersebut. Gunakan sarung tangan saat mengambilnya. Saat membakar bangkai ayam, sarung tangan tersebut ikut dibakar. Setelah selesai, segera cuci tangan yang bersih.

Dengan beberapa langkah diatas, diharapkan tingkat penurunan produktivitas dari ayam hias kita bisa diminimalisir. Apalagi seperti Indonesia yang termasuk negara tropis dengan suhu yang panas saat musim kemarau. Diharapkan anda bisa memberikan perhatian yang lebih pada saat musim kemarau tiba. Semoga catatan kecil ini bermafaat bagi anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *